ADS

Kamis, 20 Oktober 2011

Umur AISYAH R.A ketika menikah

Umur AISYAH R.A ketika menikah
artikel
yang mungkin bisa mengungkap
tentang kebenaran bahwa Nabi
Muhammad SAW telah menikahi Aisya
Ra. yang masih berumur 7 tahun,
karena selain sering di gunakan untuk alasan menikahi gadis di bawah
umur, juga sering digunakan para
pembenci ISLAM untuk melakukan
penghujatan terhadap Rosululloh
SAW. Berikut saya masukan kutipan dari
sebuah blog yang mudah-mudahan
apa yang disampaikan benar adanya,
karena kebenaran hanya datang dari
Alloh SWT, dan apabila saya salah,
saya mohon ampun kepada Alloh SWT, dan minta maaf kepada seluruh
umat Islam. diambil dari http:// menjawabffi.blogspot.com/ Beberapa hadist (tradisi Nabi) yang
menceritakan mengenai umur Aisyah
pada saat pernikahannya dengan
Nabi, hadist-hadist tersebut sangat
bermasalah. Saya akan menyajikan
beberapa bukti melawan khayalan yang diceritakan Hisham ibnu `Urwah
dan untuk membersihkan nama Nabi
dari sebutan seorang tua yang tidak
bertanggung jawab yang menikahi
gadis polos berumur 7 tahun. Bukti #1: Pengujian Terhadap
Sumber Sebagian besar riwayat yang
menceritakan hal ini yang tercetak di
hadist yang semuanya diriwayatkan
hanya oleh Hisham ibn `Urwah, yang
mencatat atas otoritas dari bapaknya,
yang mana seharusnya minimal 2 atau 3 orang harus mencatat hadist serupa
juga. Adalah aneh bahwa tak ada
seorangpun yang di Medinah, dimana
Hisham ibn `Urwah tinggal, sampai
usia 71 tahun baru menceritakan hal
ini, disamping kenyataan adanya banyak murid-murid di Medinah
termasuk yang kesohor Malik ibn
Anas, tidak menceritakan hal ini. Asal dari riwayat ini adalah dari orang-
orang Iraq, di mana Hisham tinggal
disana dan pindah dari Medinah ke
Iraq pada usia tua. Tehzibu’l-Tehzib, salah satu buku
yang cukup terkenal yang berisi
catatan para periwayat hadist,
menurut Yaqub ibn Shaibah mencatat :
” Hisham sangatbisa dipercaya,
riwayatnya dapat diterima, kecuali apa-apa yang dia ceritakan setelah
pindah ke Iraq ” (Tehzi’bu’l-tehzi’b,
Ibn Hajar Al-`asqala’ni, Dar Ihya al-
turath al-Islami, 15th century. Vol 11,
p.50). Dalam pernyataan lebih lanjut bahwa
Malik ibn Anas menolak riwayat
Hisham yang dicatat dari orang-orang
Iraq: ” Saya pernah diberi tahu bahwa
Malik menolak riwayat Hisham yang
dicatat dari orang-orang Iraq” (Tehzi’b u’l-tehzi’b, IbnHajar Al- `asqala’ni, Dar
Ihya al-turath al-Islami, Vol.11, p. 50). Mizanu’l-ai`tidal, buku lain yang berisi
uraian riwayat hidup pada periwayat
hadist Nabi saw mencatat: “Ketika
masa tua, ingatan Hisham mengalami
kemunduran yang
mencolok” (Mizanu’l-ai`tidal, Al-Zahbi, Al-Maktabatu’l-athriyyah,
Sheikhupura, Pakistan, Vol. 4, p. 301). KESIMPULAN: berdasarkan referensi ini, Ingatan
Hisham sangatlah buruk dan
riwayatnya setelah pindah ke Iraq
sangat tidak bisa dipercaya, sehingga
riwayatnya mengenai umur
pernikahan Aisyah adalah tidak kredibel. KRONOLOGI: Adalah vital untuk mencatat dan mengingat tanggal
penting dalam sejarah Islam: Pra-610 M: Jahiliyah (pra-Islamic era)
sebelum turun wahyu
610 M: turun wahyu pertama Abu
Bakr menerima Islam
613 M: Nabi Muhammad mulai
mengajar ke Masyarakat 615 M: Hijrah ke Abyssinia.
616 M: Umar bin al Khattab menerima
Islam.
620 M: dikatakan Nabi meminang
Aisyah
622 M: Hijrah ke Yathrib, kemudian dinamai Medina
623/624 M: dikatakan Nabi saw
berumah tangga dengan Aisyah Bukti #2: Meminang Menurut Tabari (juga menurut Hisham
ibn `Urwah, Ibn Hunbal and Ibn Sad),
Aisyah dipinang pada usia 7 tahun
dan mulai berumah tangga pada usia
9 tahun.
Tetapi, di bagian lain, Al-Tabari mengatakan: “Semua anak Abu Bakr
(4 orang) dilahirkan pada masa
jahiliyahh dari 2 isterinya ” (Tarikhu’l-
umam wa’l-mamlu’k, Al-Tabari (died
922), Vol. 4,p. 50, Arabic, Dara’l-fikr,
Beirut, 1979). Jika Aisyah dipinang 620M (Aisyah
umur 7 tahun) dan berumah tangga
tahun 623/624 M (usia 9 tahun), ini
mengindikasikan bahwa Aisyah
dilahirkan pada 613 M. Sehingga
berdasarkan tulisan Al- Tabari, Aisyah seharusnya dilahirkan pada 613M,
Yaitu 3 tahun sesudah masa Jahiliyahh
usai (610 M).
Tabari juga menyatakan bahwa
Aisyah dilahirkan pada saat Jahiliyah.
Jika Aisyah dilahirkan pada era Jahiliyah, seharusnya minimal Aisyah
berumur 14 tahun ketika dinikah.
Tetapi intinya Tabari mengalami
kontradiksi dalam periwayatannya.
KESIMPULAN: Al-Tabari tak reliable
mengenai umur Aisyah ketika menikah. Bukti # 3: Umur Aisyah jika
dihubungkan dengan umur Fatimah Menurut Ibn Hajar, “Fatima dilahirkan
ketika Ka`bah dibangun kembali,
ketika Nabi saw berusia 35 tahun…
Fatimah 5 tahun lebih tua dari
Aisyah” (Al-isabah fi tamyizi’l-sahabah,
Ibn Hajar al-Asqalani, Vol. 4, p. 377, Maktabatu’l-Riyadh al-haditha, al-
Riyadh,1978). Jika Statement Ibn Hajar adalah
factual, berarti Aisyah dilahirkan
ketika Nabi berusia 40 tahun. Jika
Aisyah dinikahi Nabi pada saat usia
Nabi 52 tahun, maka usia Aisyah
ketika menikah adalah 12 tahun. KESIMPULAN: Ibn Hajar, Tabari, Ibn Hisham, dan Ibn Humbal kontradiksi
satu sama lain. Tetapi tampak nyata
bahwa riwayat Aisyah menikah usia 7
tahun adalah mitos tak berdasar. Bukti #4: Umur Aisyah dihitung dari
umur Asma’ Menurut Abda’l-Rahman ibn abi
zanna’d: “Asma lebih tua 10 tahun
dibanding Aisyah (Siyar A`la’ma’l-
nubala’, Al-Zahabi, Vol. 2, p. 289,
Arabic, Mu’assasatu’l-risalah, Beirut,
1992). Menurut Ibn Kathir: “Asma lebih tua
10 tahun dari adiknya [Aisyah]” (Al-
Bidayah wa’l-nihayah, Ibn Kathir, Vol.
8, p. 371,Dar al-fikr al-`arabi, Al-jizah,
1933). Menurut Ibn Kathir: “Asma melihat
pembunuhan anaknya pada tahun 73
H, dan 5 hari kemudian Asma
meninggal. Menurut riwayat lainya, dia
meninggal 10 atau 20 hari kemudian,
atau beberapa hari lebih dari 20 hari, atau 100 hari kemudian. Riwayat yang
paling kuat adalah 100 hari
kemudian. Pada waktu Asma
Meninggal, dia berusia 100 tahun” (Al-
Bidayah wa’l-nihayah, Ibn Kathir, Vol.
8, p. 372, Dar al-fikr al-`arabi, Al- jizah, 1933) Menurut Ibn Hajar Al-Asqalani: “Asma
hidup sampai 100 tahun dan
meninggal pada 73 or 74
H.” (Taqribu’l-tehzib, Ibn Hajar Al-
Asqalani,p. 654, Arabic, Bab fi’l-nisa’,
al-harfu’l-alif, Lucknow). Menurut sebagaian besar ahli sejarah,
Asma, Saudara tertua dari Aisyah
berselisih usia 10 tahun. Jika Asma
wafat pada usia 100 tahun dia tahun
73 H, Asma seharusnya berusia 27
atau 28 tahun ketika hijrah 622M). Jika Asma berusia 27 atau 28 tahun
ketika hijrah (ketika Aisyah berumah
tangga), Aisyah seharusnya berusia
17 atau 18 tahun. Jadi, Aisyah, berusia
17 atau 18 tahun ketika hijrah pada
taun dimana Aisyah berumah tangga. Berdasarkan Hajar, Ibn Katir, and
Abda’l-Rahman ibn abi zanna’d, usia
Aisyah ketika beliau berumah tangga
dengan Rasulullah adalah 19 atau 20
tahun. Dalam bukti # 3, Ibn Hajar
memperkirakan usia Aisyah 12 tahun
dan dalam bukti #4 Ibn Hajar
mengkontradiksi dirinya sendiri
dengan pernyataannya usia Aisyah 17
atau 18 tahun. Jadi mana usia yang benar ? 12 atau 18..? KESIMPULAN: Ibn Hajar tidak valid dalam periwayatan usia Aisyah. Bukti #5: Perang BADAR dan UHUD Sebuah riwayat mengenai partisipasi
Aisyah dalam perang Badr dijabarkan
dalam hadist Muslim, (Kitabu’l-jihad
wa’l-siyar, Bab karahiyati’l-isti`anah
fi’l-ghazwi bikafir). Aisyah, ketika
menceritakan salah satu moment penting dalam perjalanan selama
perang Badar, mengatakan: “ketika
kita mencapai Shajarah”. Dari
pernyataan ini tampak jelas, Aisyah
merupakan anggota perjalanan
menuju Badar. Sebuah riwayat mengenai pastisipasi
Aisyah dalam Uhud tercatat dalam
Bukhari (Kitabu’l-jihad wa’l-siyar, Bab
Ghazwi’l-nisa’ wa
qitalihinnama`a’lrijal): “Anas mencatat
bahwa pada hari Uhud, Orang-orang tidak dapat berdiri dekat Rasulullah.
[pada hari itu,] Saya melihat Aisyah
dan Umm-i-Sulaim dari jauh, Mereka
menyingsingkan sedikit pakaian-nya
[untuk mencegah halangan gerak
dalam perjalanan tsb].” Lagi-lagi, hal ini menunjukkan bahwa
Aisyah ikut berada dalam perang
Uhud dan Badr. Diriwayatkan oleh Bukhari (Kitabu’l-
maghazi, Bab Ghazwati’l-khandaq wa
hiya’l-ahza’b): “Ibn `Umar
menyatakan bahwa Rasulullah tidak
mengijinkan dirinya berpastisispasi
dalam Uhud, pada ketika itu, Ibnu Umar berusia 14 tahun. Tetapi ketika
perang Khandaq, ketika berusia 15
tahun, Nabi mengijinkan Ibnu Umar
ikut dalam perang tsb.” Berdasarkan riwayat diatas, (a) anak-
anak berusia dibawah 15 tahun akan
dipulangkan dan tidak diperbolehkan
ikut dalam perang, dan (b) Aisyahikut
dalam perang badar dan Uhud KESIMPULAN: Aisyah ikut dalam perang Badar dan Uhud jelas
mengindikasikan bahwa beliau tidak
berusia 9 tahun ketika itu, tetapi
minimal berusia 15 tahun. Disamping
itu, wanita-wanita yang ikut
menemani para pria dalam perang sudah seharusnya berfungsi untuk
membantu, bukan untuk menambah
beban bagi mereka. Ini merupakan
bukti lain dari kontradiksi usia
pernikahan Aisyah. BUKTI #6: Surat al-Qamar (Bulan) Menurut beberapa riwayat, Aisyah
dilahirkan pada tahun ke delapan
sebelum hijriyah. Tetapi menurut
sumber lain dalam Bukhari, Aisyah
tercatat mengatakan hal ini: “Saya
seorang gadis muda(jariyah dalam bahasa arab)” ketika Surah Al-Qamar
diturunkan(Sahih Bukhari, Kitabu’l-
tafsir, Bab Qaulihi Bal al-sa`atu
Maw`iduhum wa’l-sa`atu adha’ wa
amarr). Surat 54 dari Quran diturunkan pada
tahun ke delapan sebelum hijriyah
(The Bounteous Koran, M.M. Khatib,
1985), menunjukkan bahwa surat tsb
diturunkan pada tahun 614 M. jika
Aisyah memulai berumahtangga dengan Rasulullah pada usia 9 di
tahun 623 M or 624 M, Aisyah masih
bayi yang baru lahir (sibyah in Arabic)
pada saat Surah Al-Qamar diturunkan.
Menurut riwayat diatas, secara aktual
tampak bahwa Aisyah adalah gadis muda, bukan bayi yang baru lahir
ketika pewahyuan Al-Qamar. Jariyah
berarti gadis muda yang masih suka
bermain (Lane’s Arabic English
Lexicon). Jadi, Aisyah, telah menjadi jariyah
bukan sibyah (bayi), jadi telah berusia
6-13 tahun pada saat turunnya surah
Al-Qamar, dan oleh karena itu sudah
pasti berusia 14-21 tahun ketika
dinikah Nabi. KESIMPULAN: Riwayat ini juga mengkontra riwayat pernikahan
Aisyah yang berusia 9 tahun. Bukti #7: Terminologi bahasa Arab Menurut riwayat dari Ahmad ibn
Hanbal, sesudah meninggalnya isteri
pertama Rasulullah, Khadijah, Khaulah
datang kepada Nabi dan menasehati
Nabi untuk menikah lagi, Nabi
bertanya kepadanya tentang pilihan yang ada di pikiran Khaulah. Khaulah
berkata: “Anda dapat menikahi
seorang gadis (bikr) atau seorang
wanita yang pernah menikah
(thayyib)”. Ketika Nabi bertanya
tentang identitas gadis tersebut (bikr), Khaulah menyebutkan nama Aisyah. Bagi orang yang paham bahasa Arab
akan segera melihat bahwa kata bikr
dalam bahasa Arab tidak digunakan
untuk gadis belia berusia 9 tahun. Kata yang tepat untuk gadis belia
yang masih suka bermain-main
adalah, seperti dinyatakan dimuka,
adalah jariyah. Bikr disisi lain,
digunakan untuk seorang wanita
yang belum menikah serta belum punya pertautan pengalaman dengan
pernikahan, sebagaimana kita pahami
dalam bahasa Inggris “virgin”. Oleh
karena itu, tampak jelas bahwa gadis
belia 9 tahun bukanlah “wanita” (bikr)
(Musnad Ahmad ibn Hanbal, Vol. 6, p. .210,Arabic, Dar Ihya al-turath al-
`arabi, Beirut). Kesimpulan: Arti literal dari kata, bikr (gadis), dalam hadist diatas adalah
“wanita dewasa yang belum punya
pengalaman sexual dalam
pernikahan.” Oleh karena itu, Aisyah
adalah seorang wanita dewasa pada
waktu menikahnya. Bukti #8. Text Qur’an Seluruh muslim setuju bahwa Quran
adalah buku petunjuk. Jadi, kita perlu
mencari petunjuk dari Qur’an untuk
membersihkan kabut kebingungan
yang diciptakan oleh para periwayat
pada periode klasik Islam mengenai usia Aisyah dan pernikahannya.
Apakah Quran mengijinkan atau
melarang pernikahan dari gadis belia
berusia 7 tahun? Tak ada ayat yang secara eksplisit
mengijinkan pernikahan seperti itu.
Ada sebuah ayat, yang
bagaimanapun, yang menuntun
muslim dalam mendidik dan
memperlakukan anak yatim. Petunjuk Qur’an mengenai perlakuan anak
Yatim juga valid diaplikasikan ada
anak kita sendiri sendiri.
Ayat tersebut mengatakan : Dan
janganlah kamu serahkan kepada
orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada
dalam kekuasaanmu) yang dijadikan
Allah sebagai pokok kehidupan.
Berilah mereka belanja dan pakaian
(dari hasil harta itu) dan ucapkanlah
kepada mereka kata-kata yang baik. (Qs. 4:5) Dan ujilah anak yatim itu
sampai mereka cukup umur untuk
kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu
mereka telah cerdas (pandai
memelihara harta), maka serahkanlah
kepada mereka harta-hartanya. ?? (Qs.
4:6) Dalam hal seorang anak yang ditingal
orang tuanya, Seorang muslim
diperintahkan untuk (a) memberi
makan mereka, (b) memberi pakaian,
(c) mendidik mereka, dan (d) menguji
mereka thd kedewasaan “sampai usia menikah” sebelum mempercayakan
mereka dalam pengelolaan keuangan. Disini, ayat Qur’an menyatakan
tentang butuhnya bukti yang teliti
terhadap tingkat kedewasaan
intelektual dan fisik melalui hasil test
yang objektif sebelum memasuki usia
nikah dan untuk mempercayakan pengelolaan harta-harta kepada
mereka. Dalam ayat yang sangat jelas diatas,
tidak ada seorangpun dari muslim
yang bertanggungjawab akan
melakukan pengalihan pengelolaan
keuangan pada seorang gadis belia
berusia 7 tahun. Jika kita tidak bisa mempercayai gadis belia berusia 7
tahun dalam pengelolaan keuangan,
Gadis tersebut secara tidak memenuhi
syarat secara intelektual maupun fisik
untuk menikah. Ibn Hambal (Musnad
Ahmad ibn Hambal, vol.6, p. 33 and 99) menyatakan bahwa Aisyah yang
berusia 9 tahun lebih tertarik untuk
bermain dengan mainannya daripada
mengambil tugas sebagai isteri. Oleh karena itu sangatlah sulit untuk
mempercayai, bahwa Abu
Bakar,seorang tokoh muslim, akan
menunangkan anaknya yang masih
belia berusia 7 taun dengan Nabi yang
berusia 50 tahun..Sama sulitnya untuk membayangkan bahwa Nabi
menikahi seorang gadis belia berusia
7 tahun. Sebuah tugas penting lain dalam
menjaga anak adalah mendidiknya.
Marilah kita memunculkan sebuah
pertanyaan,”berapa banyak di antara
kita yang percaya bahwa kita dapat
mendidik anak kita dengan hasil memuaskan sebelum mereka
mencapai usia 7 atau 9 tahun?”
Jawabannya adalah Nol besar. Logika kita berkata, adalah tidak
mungkin tugas mendidik anak kita
dengan memuaskan sebelum mereka
mencapai usia 7 tahun, lalu
bagaimana mana mungkin kita
percaya bahwa Aisyah telah dididik secara sempurna pada usia 7 tahun
seperti diklaim sebagai usia
pernikahannya? Abu Bakr merupakan seorang yang
jauh lebih bijaksana dari kita semua,
Jadi dia akan merasa dalam hatinya
bahwa Aisyah masih seorang anak-
anak yang belum secara sempurna
sebagaimana dinyatakan Qur’an. Abu Bakar tidak akan menikahkan Aisyah
kepada seorangpun. Jika sebuah
proposal pernikahan dari gadis belia
dan belum terdidik secara
memuaskan datang kepada Nabi,
Beliau akan menolak dengan tegas karena itu menentang hukum-hukum
Quran. KESIMPULAN: Pernikahan Aisyah pada usia 7 tahun akan menentang
hukum kedewasaan yang dinyatakan
Quran. Oleh karena itu, Cerita
pernikahan Aisyah gadis belia berusia
7 tahun adalah mitos semata. Bukti #9: Ijin dalam pernikahan Seorang wanita harus ditanya dan
diminta persetujuan agar pernikahan
yang dia lakukan menjadi syah
(Mishakat al Masabiah, translation by
James Robson, Vol. I, p. 665). Secara
Islami, persetujuan yang kredible dari seorang wanita merupakan syarat
dasar bagi kesyahan sebuah
pernikahan.
Dengan mengembangkan kondisi
logis ini, persetujuan yang diberikan
oleh gadis belum dewasa berusia 7 tahun tidak dapat diautorisasi sebagai
validitas sebuah pernikahan. Adalah tidak terbayangkan bahwa
Abu Bakr, seorang laki-laki yang
cerdas, akan berpikir dan
mananggapi secara keras tentang
persetujuan pernikahan gadis 7 tahun
(anaknya sendiri) dengan seorang laki-laki berusia 50 tahun. Serupa dengan ini, Nabi tidak
mungkin menerima persetujuan dari
seorang gadis yang menurut hadith
dari Muslim, masih suka bermain-main
dengan bonekanya ketika berumah
tangga dengan Rasulullah. KESIMPULAN: Rasulullah tidak menikahi gadis berusia 7 tahun
karena akan tidak memenuhi syarat
dasar sebuah pernikahan islami
tentang klausa persetujuan dari pihak
isteri. Oleh karena itu, hanya ada satu
kemungkinan Nabi menikahi Aisyah seorang wanita yang dewasa secara
intelektual maupun fisik. Summary: Tidak ada tradisi Arab untuk
menikahkan anak perempuan atau
laki-laki yang berusia 9 tahun,
Demikian juga tidak ada pernikahan
Rasulullah SAW dan Aisyah ketika
berusia 9 tahun. Orang-orang arab tidak pernah keberatan dengan
pernikahan seperti ini, karena ini tak
pernah terjadi sebagaimana isi
beberapa riwayat. Jelas nyata, riwayat pernikahan
Aisyah pada usia 9 tahun oleh Hisham
ibn `Urwah tidak bisa dianggap
sebagai kebenaran, dan kontradisksi
dengan riwayat-riwayat lain. Lebih
jauh, tidak ada alasan yang nyata untuk menerima riwayat Hisham ibn
`Urwah sebagai kebenaran ketika
para pakar lain, termasuk Malik ibn
Anas, melihat riwayat Hisham ibn
`Urwah selama di Iraq adalah tidak
reliable. Pernyataan dari Tabari, Bukhari dan
Muslim menunjukkan mereka
kontradiksi satu sama lain mengenai
usia menikah bagi Aisyah. Lebih jauh,
beberapa pakar periwayat mengalami
internal kontradiksi dengan riwayat- riwayatnya sendiri. Jadi, riwayat usia
Aisyah 9 tahun ketika menikah adalah
tidak reliable karena adanya
kontradiksi yang nyata pada catatan
klasik dari pakar sejarah Islam. Oleh karena itu, tidak ada alasan
absolut untuk menerima dan
mempercayai usia Aisyah 9 tahun
ketika menikah sebagai sebuah
kebenaran disebabkan cukup banyak
latar belakang untuk menolak riwayat tsb dan lebih layak disebut sebagai
mitos semata. Lebih jauh, Qur’an
menolak pernikahan gadis dan lelaki
yang belum dewasa sebagaimana
tidak layak membebankan kepada
mereka tanggung jawab-tanggung jawab. Note: The Ancient Myth Exposed
By T.O. Shanavas , di Michigan.
© 2001 Minaret
from The Minaret Source: http:// www.iiie.net/ Diterjemahkan oleh : Cahyo Prihartono
Diedit oleh : Armansyah Referensi lainnya: http://islamiyah.wordpress.com
http://dimasu.wordpress.com
http://peaceman.multiply.com
http://awansx.wordpress.com

Senin, 17 Oktober 2011

"PERJANJIAN LAMA SUDAH GAK TERPAKAI.!??!"siapa bilang??"

"PERJANJIAN LAMA SUDAH GAK TERPAKAI.!??!
"siapa bilang??"

Seribu satu pertanya an penyebab tidak terpakainya perjanjian lama.
Sedangkan Yesus sendiri memakai kitab perjanjian lama sebagai pedoman dan ajaran yang masih diajarkan yesus dikala beliau masih hidup.contoh:sunat,puasa,dilarang makan makanan yang haram dan sebagainya.
Sejak kapan dan atas dasar apa kitab perjanjian lama tidak dipakai.?
*Apakah setelah sepeninggalan yesus.
*Apakah setelah adanya keberatan atas ajaran ajaran yang terdapat di perjanjian lama.?
*Apakah setelah munculnya si paulus si pembuat kitab baru.?

=>Apakah yesus pernah mengatakan Untuk tidak memakai kitab perjanjian lama?


TAPI YANG JELAS..si penulis kitab tidak mau membuat kitab atau ajaran yang dia sendiri tidak sanggup melaksanakan nya-..

makanya si pengarang kitab membuat kitab yang mudah di laksanakan(untuk dirinya sendiri dan penganut nya).,ringan,tidak membebani hidup.,dan bisa memuaskan nafsunya.
Hukum hukum di perjanjian lama sangat tegas(perintah dan larangan serta hukumanya)..dan sangat tidak mungkin untuk dilaksanakan si paulus.Sehingga ada ketakutan akan diri si penulis kitab.Takut bila seorang yang sudah dianggap rasul tidak mampu untuk melaksanakanya.

dia mereka reka supaya kitab yang dituliskan nya dengan nama Tuhan dapat meyakinkan pengikutnya bahwa kata katanya datang dari Tuhan.

*>menghalalkan sesuatu yang haram dengan dalih, semua ciptaan Nya adalah baik.

*>Me Nuhan kan Manusia untuk meyakinkan penganut nya bahwa dia tetap dalam ajaran yesus.dan tetap menjadi pengikut yesus.

*>memudahkan manusia untuk menebus dosa /meyakinkan pengikutnya untuk berbuat apapun,meskipun itu haram dengan dalih sudah ada penebusan dosa oleh yesus.

***SECARA LOGIKA ; MUNGKINKAH SEORANG BISA MENEBUS DOSA BERJUTA JUTA MANUSIA YANG TINGKAT DAN TAKARAN DOSANYA BERBEDA.???***
Sedangkan satu keluarga / famili saja bahkan saudara kandung pun tak akan sanggup menebus dosa saudara yang lain.
Apalagi(..................).
"Kalau meminta kan ampunan atas umat umatnya Mungkin". Tapi kalau menebus dosa...****sangat meragukan****

AJARAN TETAP AJARAN..AJARAN YESUS TAK MUNGKIN BISA DI BATAL KAN.
Tapi kenyata an sekarang adalah.-menghapuskan hukum hukum agama.-Perintah dan larangan..
Ajaran yang benar dari Yesus ditiadakan.

MUNGKIN PERLU DIHAPUS ATAU DITIADAKAN PERNYATA AN YESUS BERIKUT DARI KITAB BIBLE..
Supaya tidak jadi bumerang bagi penganut paulus yang lagi menikmati dunianya yang penuh hayalan dan Reka Rekayasa.

SILAHKAN DISIMAK DAN DIFAHAMI..MUNGKIN BISA DIPAKAI BAHAN RUJUKAN ATAU MENYEDIAKAN JWBAN JIKALAU UMAT ISLAM ADA YANG BERTANYA:
Matius 5:
Yesus dan hukum Taurat
17"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk
meniadakan hukum Taurat atau
kitab para nabi. Aku datang bukan
untuk meniadakannya, melainkan
untuk menggenapinya.

18Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap
langit dan bumi ini, satu iota atau
satu titikpun tidak akan ditiadakan
dari hukum Taurat, sebelum
semuanya terjadi.

20Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih
benar dari pada hidup keagamaan
ahli-ahli Taurat dan orang-orang
Farisi, sesungguhnya kamu tidak
akan masuk ke dalam Kerajaan
Sorga.

Simak ayat ayat berikut:

Matius
15:7 Hai orang-orang munafik!
Benarlah nubuat Yesaya tentang
kamu:
15:8 Bangsa ini memuliakan Aku
dengan bibirnya, padahal hatinya jauh
dari pada-Ku.
15:9 Percuma mereka beribadah
kepada-Ku, sedangkan ajaran yang
mereka ajarkan ialah perintah
manusia.".(dalam kata laen ajaran & perintah paulus)
"SEANDAINYA YANG DIMAKSUD MUSLIM,GAK MUNGKIN. TAHU SENDIRI ISLAM LAHIR DI ARAB..DAN YESUS DI ISRAEL.Yang jelas ya orang orang penganut yesus yang sesat yang telah menjadi penganut paulus".

Dan kelak di akhir kedatangan yesus, para penganut paulus akan diusir.
Karena telah menjadikan yesus Tuhan.
Simak ayat ayat berikut:

Matius 7:

21Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan
masuk ke dalam Kerajaan Sorga,
melainkan dia yang melakukan
kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
(benar..karena yesus menyuruh menyembah Tuhan yang esa..)

22Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan,
Tuhan, bukankah kami bernubuat
demi nama-Mu, dan mengusir setan
demi nama-Mu, dan mengadakan
banyak mujizat demi nama-Mu juga?

jangan menyesal law kelak akan diusir sama yesusmu..karena yesus gak kenal anda,dan gak pernah berkata untuk menyembah dia(yesus)

23Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan
berkata: Aku tidak pernah mengenal
kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu
sekalian pembuat kejahatan!"

PERHATIKAN JUGA AYAT AYAT BERIKUT TENTANG TUHAN YANG ESA.
.
MATIUS 4:10
Yesus berkata: "Pergilah Iblis, karena
tertulis di dalam (Perjanjian Lama)
bahwa kamu wajib menyembah
hanya ALLAH yaitu Tuhan kamu; dan
kamu wajib berbakti hanya kepada ALLAH!"
(dan bukan yesus yang disembah tapi Allah)

"masihkah mengingkari perkata an yesus.-dan menyebutnya Tuhan?"

MARKUS 12:29-30
Seorang ahli Hukum Taurat bertanya
kepada Yesus: "Apakah Hukum Taurat
yang paling utama (paling penting)?"

Yesus berkata: "Dengarlah bangsa
Israel, ALLAH adalah Tuhan kita yang
maha esa, berbaktilah hanya kepada
ALLAH dengan semua kekuatan
jiwamu, ragamu dan akal sehatmu!"
"Tuhan "KITA" bermakna yang bicara dengan yang diberi amanat adalah mempunyai kedudukan yang sama".

versi Alqur'an:
[Almasih berkata:"Hai bani israel sembah lah Allah Tuhanku dan tuhanmu,sesungguhnya orang yang memperSekutukan Allah,maka pasti Allah mengharamkan kepadanya syurga,(Al maidah:72)]


*************Think fresh*************

AISYAH Binti ABU BAKAR r.a

Rasulullah SAW membuka lembaran
kehidupan rumah tangganya dengan
Aisyah r.a yang telah banyak dikenal.
Ketika wahyu datang pada Rasulullah
SAW, Jibril membawa kabar bahwa
Aisyah adalah istrinya didunia dan diakhirat, sebagaimana diterangkan
didalam hadits riwayat Tirmidzi dari
Aisyah r.a, " Jibril datang membawa
gambarnya pada sepotong sutra hijau
kepada Nabi SAW, lalu berkata.' Ini
adalah istrimu didunia dan di akhirat." Dialah yang menjadi sebab atas
turunnya firman Allah SWT yang
menerangkan kesuciannya dan
membebaskannya dari fitnah orang-
orang munafik. Aisyah dilahirkan empat tahun
sesudah Nabi SAW diutus menjadi
Rasul. Semasa kecil dia bermain-main
dengan lincah, dan ketika dinikahi
Rasulullah SAW usianya belum genap
sepuluh tahun. Dalam sebagian besar riwayat disebutkan bahwa Rasulullah
SAW membiarkannya bermain-main
dengan teman-temannya. Dua tahun setelah wafatnya Khadijah
r.a datang wahyu kepada Nabi SAW
untuk menikahi Aisyah r.a. Setelah itu
Nabi SAW berkata kepada Aisyah, "
Aku melihatmu dalam tidurku tiga
malam berturut-turut. Malaikat mendatangiku dengan membawa
gambarmu pada selembar sutra
seraya berkata,' Ini adalah istrimu.'
Ketika aku membuka tabirnya,
tampaklah wajahmu. Kemudian aku
berkata kepadanya,' Jika ini benar dari Allah SWT , niscaya akan
terlaksana." Mendengar kabar itu, Abu Bakar dan
istrinya sangat senang, terlebih lagi
ketika Rasulullah SAW setuju menikahi
putri mereka, Aisyah. Beliau
mendatangi rumah mereka dan
berlangsunglah pertunangan yang penuh berkah itu. Setelah
pertunangan itu, Rasulullah SAW
hijrah ke Madinah bersama para
sahabat, sementara istri-istri beliau
ditinggalkan di Makkah. Setelah beliau
menetap di Madinah, beliau mengutus orang untuk menjemput mereka,
termasuk didalamnya Aisyah r.a. Dengan izin Allah SWT menikahlah
Aisyah dengan mas kawin 500
dirham. Aisyah tinggal dikamar yang
berdampingan dengan masjid
Nabawi. Dikamar itulah wahyu banyak
turun, sehingga kamar itu disebut juga sebagai tempat turunnya wahyu.
Dihati Rasulullah SAW, kedudukan
Aisyah sangat istimewa, dan tidak
dialami oleh istri-istri beliau yang lain.
Didalam hadits yang diriwayatkan
oleh Anas bin Malik dikatakan, " Cinta pertama yang terjadi didalam Islam
adalah cintanya Rasulullah SAW
kepada Aisyah r.a." Didalam riwayat Tirmidzi dikisahkan
"Bahwa ada seseorang yang
menghina Aisyah dihadapan Ammar
bin Yasir sehingga Ammar berseru
kepadanya,' Sungguh celaka kamu.
Kamu telah menyakiti istri kecintaan Rasulullah SAW." Sekalipun perasaan
cemburu istri-istri Rasulullah SAW
terhadap Aisyah sangat besar, mereka
tetap menghargai kedudukan Aisyah
yang sangat terhormat. Bahkan ketika
Aisyah wafat, Ummu Salamah berkata, 'Demi Allah SWT, dia adalah manusia
yang paling beliau cintai selain
ayahnya (Abu Bakar)'. Di antara istri-istri Rasulullah SAW,
Saudah bin Zum`ah sangat memahami
keutamaan-keutamaan Aisyah,
sehingga dia merelakan seluruh
malam bagiannya untuk Aisyah. Dengan demikian dapat dikatakan
bahwa Aisyah sangat memperhatikan
sesuatu yang menjadikan Rasulullah
SAW rela. Dia menjaga agar jangan
sampai beliau menemukan sesuatu
yang tidak menyenangkan darinya. Karena itu, salah satunya, dia
senantiasa mengenakan pakaian
yang bagus dan selalu berhias untuk
Rasulullah SAW. Menjelang wafat,
Rasulullah SAW meminta izin kepada
istri-istrinya untuk beristirahat dirumah Aisyah selama sakitnya
hingga wafat. Dalam hal ini Aisyah
berkata, "Merupakan kenikmatan
bagiku karena Rasulullah SAW wafat
dipangkuanku." Bagi Aisyah, menetapnya Rasulullah
SAW selama sakit dikamarnya
merupakan kehormatan yang sangat
besar karena dia dapat merawat
beliau hingga akhir hayat. Rasulullah
SAW dikuburkan dikamar Aisyah, tepat ditempat beliau meninggal.
Sementara itu, dalam tidurnya, Aisyah
melihat tiga buah bulan jatuh ke
kamarnya. Ketika dia
memberitahukan hal ini kepada
ayahnya, Abu Bakar berkata, "Jika yang engkau lihat itu benar, maka
dirumahmu akan dikuburkan tiga
orang yang paling mulia dimuka
bumi." Ketika Rasulullah SAW wafat,
Abu Bakar berkata, "Beliau adalah
orang yang paling mulia diantara ketiga bulanmu." Ternyata Abu Bakar
dan Umar dikubur dirumah Aisyah. Setelah Rasulullah SAW wafat, Aisyah
senantiasa dihadapkan pada cobaan
yang sangat berat, namun dia
menghadapinya dengan hati yang
sabar, penuh kerelaan terhadap taqdir
Allah SWT dan selalu berdiam diri didalam rumah semata-mata untuk
taat kepada Allah SWT. Rumah Aisyah senantiasa dikunjungi
orang-orang dari segala penjuru
untuk menimba ilmu atau untuk
berziarah kemakam Nabi SAW. Ketika
istri-istri Nabi SAW hendak mengutus
Ustman menghadap khalifah Abu Bakar untuk menanyakan harta
warisan Nabi SAW yang merupakan
bagian mereka, Aisyah justru berkata,
"Bukankah Rasulullah SAW telah
berkata, 'Kami para nabi tidak
meninggalkan harta warisan. Apa yang kami tinggalkan itu adalah
sedekah." Dalam penetapan hukum pun, Aisyah
kerap langsung menemui wanita-
wanita yang melanggar syariat Islam.
Didalam Thabaqat, Ibnu Saad
mengatakan bahwa Hafshah binti
Abdirrahman menemui Ummul Mukminin Aisyah r.a. Ketika itu
Hafshah mengenakan kerudung tipis.
Secepat kilat Aisyah menarik
kerudung tersebut dan menggantinya
dengan kerudung yang tebal. Aisyah tidak pernah mempermudah
hukum kecuali jika sudah jelas
dalilnya dari Al Qur`an dan Sunnah.
Aisyah adalah orang yang paling
dekat dengan Rasulullah SAW
sehingga banyak menyaksikan turunnya wahyu kepada beliau.
Aisyah pun memiliki kesempatan
untuk bertanya langsung kepada
Rasulullah SAW jika menemukan
sesuatu yang belum dia pahami
tentang suatu ayat. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa ia
memperoleh ilmu langsung dari
Rasulullah SAW. Aisyah termasuk
wanita yang banyak menghapalkan
hadits-hadits Nabi SAW, sehingga para
ahli hadits menempatkan dia pada urutan kelima dari para penghapal
hadits setelah Abu Hurairah, Ibnu
Umar, Anas bin Malik dan Ibnu Abbas. Dalam hidupnya yang penuh dengan
jihad, Sayyidah Aisyah wafat pada usia
66 th, bertepatan dengan bulan
Ramadhan,th ke-58 H, dan
dikuburkan di Baqi`. Kehidupan
Aisyah penuh dengan kemuliaan, kezuhudan, ketawadhuan,
pengabdian sepenuhnya kepada
Rasulullah SAW, selalu beribadah serta
senantiasa melaksanakan shalat
malam. Selain itu, Aisyah banyak
mengeluarkan sedekah sehingga didalam rumahnya tidak akan
ditemukan uang satu dirham atau satu
dinar pun. Dimana sabda Rasul,
"Berjaga dirilah engkau dari api
neraka walaupun hanya dengan sebiji
kurma." (HR. Ahmad ) Dikutip dari: Amru Yusuf/ Istri
Rasulullah, contoh dan teladan. [

Wasiat Rasulullah SAW kepada Aisyah r.a

‘Aisyah r.’a meriwayatkan : Rasulullah
SAW bersabda “Hai Aisyah, aku
berwasiat kepada engkau. Hendaklah engkau senantiasa
mengingat wasiatku ini.
Sesungguhnya engkau akan
senantiasa di dalam kebajikan selama
engkau mengingat wasiatku ini…” Intisari wasiat Rasulullah s.a.w
tersebut dirumuskan seperti berikut:
Hai, Aisyah, peliharalah diri engkau.
Ketahuilah bahwa sebagian besar
daripada kaum engkau (kaum
wanita) adalah menjadi kayu api di dalam neraka. Diantara sebab-sebabnya ialah
mereka itu : (a) Tidak dapat menahan sabar dalam
menghadapi kesakitan (kesusahan),
tidak sabar apabila ditimpa musibah (b) Tidak memuji Allah Ta’ala atas
kemurahan-Nya, apabila
dikaruniakan nikmat dan rahmat tidak
bersyukur. (c) Mengkufurkan nikmat;
menganggap nikmat bukan dari Allah (d) Membanyakkan kata-kata yang
sia-sia, banyak bicara Yang tidak
bermanfaat. Wahai, Aisyah, ketahuilah : (a) Bahwa wanita yang mengingkari
kebajikan (kebaikan) yang diberikan
oleh suaminya maka amalannya akan
digugurkan oleh Allah (b) Bahwa wanita yang menyakiti hati
suaminya dengan lidahnya, maka
pada hari kiamat, Allah menjadikan
lidahnya tujuh puluh hasta dan
dibelitkan di tengkuknya. (c) Bahwa isteri yang memandang
jahat (menuduh atau menaruh
sangkaan buruk terhadap suaminya),
Allah akan menghapuskan muka dan
tubuhnya Pada hari kiamat. (d) Bahwa isteri yang tidak memenuhi
kemauan suami-nya di tempat tidur
atau menyusah-kan urusan ini atau
mengkhiananti suaminya, akan
dibangkitkan Allah pada hari kiamat
dengan muka yang hitam, matanya kelabu, ubun-ubunnya terikat kepada
dua kakinya di dalam neraka. (e) Bahwa wanita yang mengerjakan
sholat dan berdoa untuk dirinya tetapi
tidak untuk suaminya, akan dipukul
mukanya dengan sholatnya. (f ) Bahwa wanita yang dikenakan
musibah ke atasnya lalu dia
menampar-nampar mukanya atau
merobek-robek pakaiannya, dia akan
dimasukkan ke dalam neraka
bersama dengan Isteri nabi Nuh dan isteri nabi Luth dan tiada harapan
mendapat kebajikan syafaat dari siapa
pun; (g) Bahwa wanita yang berzina akan
dicambuk dihadapan semua makhluk
didepan neraka pada hari kiamat,
tiap-tiap perbuatan zina dengan
depalan puluh cambuk dari api. (h) Bahwa isteri yang mengandung
( hamil ) baginya pahala seperti
berpuasa pada siang harinya dan
mengerjakan qiamul-lail pada
malamnya serta pahala berjuang fi
sabilillah. (i) Bahwa isteri yang bersalin
( melahirkan ), bagi tiap-tiap kesakitan
yang dideritainya diberi pahala
memerdekakan seorang budak.
Demikian juga pahalanya setiap kali
menyusukan anaknya. (j) Bahwa wanita apabila bersuami
dan bersabar dari menyakiti
suaminya, maka diumpamakan
dengan titik-titik darah dalam
perjuangan fisabilillah. Allahumma Amin..

Jumat, 07 Oktober 2011

TENTANG ISA AL-MASIH DALAM ALQUR`AN

Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan:"Allah salah satu dari yang tiga,"
padahal sekali kali tidak ada Tuhan(Yang berhak disembah)Selain Tuhan Yang Esa.
Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu,pasti orang orang yang kafir diantara mereka itu akan ditimpa siksa yang pedih.(Q.s.Al-maidah:73)

Dan ingatlah ketika Allah berfirman:"Hai Isa putra Maryam,Adakah kamu mengatakan kepada manusia:"Jadikanlah aku dan ibuku dua orang Tuhan selain Allah?"
Isa menjawab:Maha suci Engkau,tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hak ku(mengatakanya)-Maka tentunya Engkau telah mengetahui-Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau-Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui apa yang Ghaib ghaib".(Q.s.Al-maidah:116)


Wahai ahli kitab janganlah kamu berlebihan dalam agamamu,dan janganlah kamu mengatakan kepada Allah kecuali yang benar-Sesungguhnya Almasih putra Maryam itu:,adalah utusan Allah,(yang diciptakan dengan kalimatNYA)yang disampaikannya kepada maryam (dan dengan tiupan) Roh dariNYA-Maka beriman lah kamu kepada Allah dan rasul rasul NYA..dan janganlah kamu mengatakan:"(Tuhan itu) tiga"berhentilah (dari ucapan itu) itu lebih baik bagimu-Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa,Maha suci Allah dari mempunyai anak,segala yang dilanggu dan dibumi adalah kepunyaanNYA. Cukup Allah sebagai pemelihara.(Q.s An nisaa:171)

http://baba-syam80.blogspot.com/

(Ingatlah)ketika Allah mengatakan:"Hai Isa putra Maryam,Ingatlah nikmatKU kepadamu dan kepada ibumu diwaktu AKU menguatkan kamu dengan Ruhul kudus.Kamu dapat berbicara dengan manusia diwaktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa,;dan ingatlah diwaktu AKU mengajar kamu menulis,hikmah,Taurat,dan Injil dan (ingatlah pula)
diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk)berupa burung dengan seizinKU,kemudian kamu meniup padanya,lalu bentuk itu menjadi burung(yang sebenarnya)dengan seizinKU.Dan (ingatlah)waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin Ku,dan (ingatlah)diwaktu AKU menghalangi bani israel
(dari keinginan mereka membunuh kamu)dikala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan keterangan yang nyata,lalu orang orang kafir diantara mereka berkata,:"ini tidak lain melainkan sihir yang nyata."(Q.s.Al Maidah:110)

“dan karena Ucapan mereka:
"Sesungguhnya Kami telah
membunuh Al Masih, Isa putra
Maryam, Rasul Allah", Padahal mereka
tidak membunuhnya dan tidak (pula)
menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan
dengan Isa bagi mereka.
Sesungguhnya orang-orang yang
berselisih paham tentang
(pembunuhan) Isa, benar-benar
dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. mereka tidak mempunyai
keyakinan tentang siapa yang
dibunuh itu, kecuali mengikuti
persangkaan belaka, mereka tidak
(pula) yakin bahwa yang mereka
bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat
Isa kepada-Nya dan adalah Allah
Maha Perkasa lagi Maha
Bijaksana.” (QS. An-Nisaa : 157 – 158)

BUMI ABADI ATAU MUSNAH

MANAKAH YANG BENAR??

Di ayat ayat dibawah ini mana yang benar!? Bumi akan hancur(musnah) atau ada untuk selamanya.
Mungkinkah diwaktu yang sama bumi akan musnah dan Abadi?
Maruwet,Njlimet alias mumet bin semrawut gak genah..Gak bisa dicerna dengan akal waras manusia [Gak Logis]

(BUMI AKAN ADA UNTUK SELAMANYA)
Mazmur 136:6 Kepada Dia yang menghamparkan
bumi di atas air! Bahwasanya untuk
selama-lamanya kasih setia-Nya.
Mazmur 146:6 Dia yang menjadikan langit dan
bumi, laut dan segala isinya; yang
tetap setia untuk selama-lamanya,
Pendeta1 :4
Pengkhotbah 1:4
Keturunan yang satu pergi dan
keturunan yang lain datang, tetapi
bumi tetap ada.
TL: Bahwa satu bangsa pergi, satu bangsa datang, tetapi dunia tinggal
begitu juga selama-lamanya.
mazmur 78:69
Ia membangun tempat kudus- Nya setinggi langit, laksana bumi
yang didasarkan-Nya untuk selama-
lamanya;


(BUMI AKAN BINASA)

Mazmur 46:8 (46-9) Pergilah, pandanglah
pekerjaan TUHAN, yang
mengadakan pemusnahan di bumi,

mazmur 102:25:26
25(102-26) Dahulu sudah Kauletakkan dasar bumi, dan langit
adalah buatan tangan-Mu. 26(102-27) Semuanya itu akan binasa, tetapi Engkau tetap ada, dan
semuanya itu akan menjadi usang
seperti pakaian, seperti jubah
Engkau akan mengubah mereka,
dan mereka berubah;

Mazmur 46:6 (46-7) Bangsa-bangsa ribut,
kerajaan-kerajaan goncang, Ia
memperdengarkan suara-Nya, dan
bumipun hancur.

PENCIPTA AN ALAM SEMESTA

PENCIPTA AN ALAM SEMESTA VERSI BIBLE

Inikah PENCIPTA AN ALAM SEMESTA VERSI BIBLE..???
Yuuk kita simak bersama..
Dan kita Analisa..
↓
==> HARI KE-1 = kej. 1-5
1.Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita 
menutupi samudera raya, dan Roh Allah
melayang-layang di atas permukaan air.
3 Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi.
4 Allah melihat bahwa terang itu baik, 
alu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.
5 Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. 
Jadilah petang dan jadilah pagi,
itulah hari PERTAMA.

Kesimpulan diatas:
hari pertama(ke-1)
- sudah ada terang ; padahal matahari belum diciptakan)
matahari tercipta pada hari ke-4.
- Bahkan sudah memisahkan terang dan gelap pada awal penciptaanya.

==> Pada HARI KE-2 kej. 1 (6-8)
6 Berfirmanlah Allah: "Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari
air."
7 Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala
itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah
demikian.
8 Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. 
Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah HARI
KEDUA.


Kesimpulannya pada hari ke-2 ayat diatas:
- dalam ayat ini, cakrawala berfungsi untuk memisahkan air dari air(air diatas dan bawah cakrawala)..
(===logiskah??===)

==> HARI KE-3 kej 1 (9-13)
9 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah segala air 
yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat,
sehingga kelihatan yang kering." Dan jadilah
demikian.
10 Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan 
kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah
melihat bahwa semuanya itu baik.
11 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah tanah 
menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-
tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon
buah-buahan yang menghasilkan buah yang
berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi."
Dan jadilah demikian.
12 Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, 
segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan
segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan
buah yang berbiji. Allah melihat bahwa
semuanya itu baik.
13Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah
HARI KETIGA.
Kesimpulan ayat diatas:
- Tumbuhan sudah bisa tumbuh
tanpa bantuan sinar matahari..
Padahal matahari baru diciptakan pada hari KE-4.

==> HARI KE-4 kej 1 (14-19)
14 Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda 
penerang pada cakrawala untuk memisahkan
siang dari malam. Biarlah benda-benda
penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan
masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-
tahun,
15 dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah 
benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah
demikian.
16 Maka Allah menjadikan kedua benda penerang 
yang besar itu, yakni yang lebih besar
untuk menguasai siang dan yang lebih kecil
untuk menguasai malam, dan menjadikan juga
bintang-bintang.
17 Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,
18 dan untuk menguasai siang dan malam, 
dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah
melihat bahwa semuanya itu baik.
19Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah HARI KEEMPAT.

kesimpulan ayat:
- Benda angkasa (matahari&bulan ) dan juga bintang 
bintang diciptakan untuk memisahkan siang dan malam.
Matahari untuk memisahkan siang dan malam..??
Bukankah terjadinya siang dan malam itu karena adanya
rotasi bumi..??
(yang nulis gak pernah sekolah)
- Di ayat 16 diatas, menjelaskan kalau BULAN 
juga mempunyai kemampuan bersinar seperti MATAHARI.(ketinggalan info)
↓
16 Maka Allah menjadikan kedua benda "penerang" yang besar itu.

Kita tahu kalau bulan bersinar karena pengaruh sinar 
matahari.(bulan tidak memiliki cahaya sendiri)

==> HARI KE-5 kej 1 (20-23)
20 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah dalam air 
berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah
burung beterbangan di atas bumi melintasi
cakrawala."
21 Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut 
yang besar dan segala jenis makhluk hidup
yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan
segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat
bahwa semuanya itu baik.
22 Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman- Nya: 
"Berkembangbiaklah dan bertambah
banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan
hendaklah burung-burung di bumi bertambah
banyak."
23 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah HARI KELIMA.

Kesimpulan ayat:
- Allah menciptakan segala jenis binatang air
dan burung2 diudara.

==> HARI KE-6 kej 1 (24-31)
24 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah bumi mengeluarkan 
segala jenis makhluk yang hidup,
ternak dan binatang melata dan segala jenis
binatang liar." Dan jadilah demikian.
25 Allah menjadikan segala jenis binatang liar 
dan segala jenis ternak dan segala jenis
binatang melata di muka bumi. Allah melihat
bahwa semuanya itu baik.
26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan 
manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya
mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan
burung-burung di udara dan atas ternak dan
atas seluruh bumi dan atas segala binatang
melata yang merayap di bumi."
27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut 
gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-
Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya
mereka.

Kesimpulan ayat:
- Binatang darat(melata),ternak,binatang liar diciptakan.
- juga tuhan sudah juga menciptakan MANUSIA pada hari
ke-6 ini. (laki laki dan perempuan)

HARI KE-7 tuhan CUTI.
istirahat dari aktivitas.

Ringkasan:
↓
Hari 1 : langit dan bumi diciptakan dan
“Jadilah terang”.
Hari 2 : Allah menciptakan cakrawala
Hari 3 : daratan dipisahkan dengan
lautan; tumbuh2an diciptakan
Hari 4 : Matahari, bulan dan bintang diciptakan
Hari 5: Binatang di lautan dan burung
di udara
Hari 6 : Binatang dibumi, ternak dan
binatang melata, Manusia pertama
diciptakan (Adam dan Hawa)


Keterangan:
Hari 1 : langit dan bumi diciptakan dan
“Jadilah terang”.

==>Hari 1 : langit dan bumi diciptakan dan
“Jadilah terang”.
Belum juga ada matahari, sudah ada terang..??
Bagaimana mungkin ada terang(terjadi siang dan malam) 
sedangkan matahari belum diciptakan?..
(matahari diciptakan pada hari ke-4)
kita tahu ;adanya siang dan malam berdasarkan 
perputaran bumi pada porosnya.
(gak iLmiah/gak logis alias ketinggalan zaman)
zaman modern tahu kalau adanya siang dan 
malam atas dasar rotasi bumi.

==>Hari 3 : daratan dipisahkan dengan
lautan; tumbuh2an diciptakan.
=> apakah daratan dan lautan yang dipisahkan tuhan 
dari dulu masih tetap seperti dulu..??
=> kita semua tahu kelau banjir bisa memecah belah daratan.
Dan menjadikan beribu2 pulau.

- : tumbuh2an diciptakan
ini Ajaib....
Belum ada matahari, tumbuhan bisa tumbuh dan bertunas.
Kalau dianalisa/diLOGIKA;
mungkinkah tanaman bisa tumbuh dan bertunas 
tanpa adanya sinar matahari?
matahari masih belum diciptakan di hari ke 3...
Matahari baru diciptakan pada hari ke-4.
(tidak Logis)

==> Hari 4 : Matahari, bulan dan bintang diciptakan
==> Hari 5: Binatang di lautan dan burung
di udara
==> Hari 6 : Binatang dibumi, ternak dan
binatang melata, Manusia pertama
diciptakan (Adam dan Hawa)


[YAKINLAH BAHWA INI SEMUA BUKANLAH 
FIRMAN TUHAN; KARENA FIRMAN TUHAN 
TAK AKAN BERTENTANGAN DENGAN LOGIKA MANUSIA]

kita melangkah lagi di kejadian 2.

kejadian 2:
3 Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan 
menguduskannya, karena pada hari itulah Ia
berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang
telah dibuat-Nya itu.
4 Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu 
diciptakan. Ketika TUHAN Allah
menjadikan bumi dan langit, --
5 belum ada semak apapun di bumi, belum timbul 
tumbuh-tumbuhan apapun di padang,
sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke
bumi, dan belum ada orang untuk
mengusahakan tanah itu;
↑
Diatas bahwa: tumbuhan sudah telah diciptakan pada hari ke3..
↓
Hari ke-3 : daratan dipisahkan dengan
lautan; tumbuh2an diciptakan
(11) Berfirmanlah Allah: "Hendaklah
tanah menumbuhkan tunas-tunas
muda, tumbuh-tumbuhan yang
berbiji, segala jenis pohon buah-
buahan yang menghasilkan buah
yang berbiji, supaya ada tumbuh- tumbuhan di bumi." 
Dan jadilah demikian.

Tapi di ayat (Di kisah ini) (kejadian 2 )yang ceritanya 
tuhan sudah ISTIRAHAT (NGASO) karena tuhan sudah 
selesai semua pekerjaannya pada hari ke-7.
Termasuk bercocok tanam di hari ke-3
..
Tetapi di kejadian 2:5
Bumi masih belum ada apa apanya..

↓
kejadian2:5
belum ada semak apapun di bumi, belum timbul 
tumbuh-tumbuhan apapun di padang,
sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke
bumi, dan belum ada orang untuk
mengusahakan tanah itu;

ini lagi..
Manusia sudah diciptakan pada hari ke-6(di kej. 1 : 27 )
tetapi, setelah hari istirahat (hari ke-7 di kejadian 2:4)
tuhan masih membentuk lagi manusia di kejadian 2:7.

Kejadian2:7
ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia 
itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas
hidup ke dalam hidungnya; demikianlah
manusia itu menjadi makhluk yang hidup.


Ini bukan firman Tuhan..
Gak salah bila Alqur'an mengkritik alkitab..:
karena banyaknya akal akalan manusia yang dimasukkan
sebagai bagian Alkitab dan mengatakan :
''INI FIRMAN ALLAH''.
====THINK FRESH..!!!====
↓
Maka kecelakaan besar lah bagi orang orang yang menulis 
Alkitab dengan tangan mereka sendiri.,Dan mengatakanya 
"ini dari Allah",(dengan maksud) memperoleh keuntungan 
yang sedikit dengan perbuatan itu Maka kecelakaan besar lah 
bagi mereka,akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka,dan 
 kecelakaan besar lah bagi mereka,akibat dari apa yang mereka kerjakan.
(Q.s Al-baqarah:79)
— with Amelia Doank, Mutiara Dari Timur,  
Dhena Qienasyah, Aninda Chairunnisa II,  
Bingung Agama, Iinem Cari Cinta, Dhea Verownica,  
Canthyka Ika II, Pontius Pilatus, Donnie Crow, Ayoe Lareina 
and Andrean Al Bukhari.